in memory

Orang bilang, kepergianmu tak layak jadi beban hati. Padahal kamu bukan cuma piaraan, namun juga teman dan keluarga sendiri.

“Kamu lucu deh… Yang mati ‘kan cuma anjing…”

Karena km bukanlah manusia, ada mulut-mulut yg memandang kepergianmu sebelah mata ๐Ÿ˜ž. Mungkin mereka belum mengerti dan memahami kedekatan seorang majikan dengan hewan peliharaannya. Kamulah yang akan kusapa pertama kali setiap pagi ๐Ÿฅฐ. Kamu kuajak bicara meski aku tak pernah yakin kamu memahaminya ๐Ÿ˜š. Layaknya anggota keluarga, aku memberimu makan, menyediakanmu tempat tinggal dan membelikanmu hadiah-hadiah agar hatimu senang. Adalah salah satu hiburanku melihat ekspresi mukamu yang kesenangan dan menggemaskan.๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š

Tentu saja aku terhenyak ketika kamu yang tadinya selalu ada harus pergi dengan ttiba-tiba ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ’”. Membersihkan kandangmu dan menguburkan tubuhmu adalah momen yang tidak gampang ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Sampai sekarang, aku bahkan masih sering menyisihkan uang untuk membeli keperluanmu ๐Ÿ˜” saking terbiasanya aku melakukan hal itu saat kamu masih ada dulu.๐Ÿ˜š Bagiku kamu bukan hanya hewan peliharaan yang lucu. Kamu juga sahabat, dan bahkan sudah kuanggap anggota keluargaku.๐Ÿ˜ข❤❤❤



Komentar

Postingan Populer